KEHIDUPAN SOSIAL DIJAKARTA

Diposkan oleh Andri Ansyah on Kamis, 09 Mei 2013

Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial. Mahluksosial adalah mahluk yang tidak dapat hidup sendiri atau dengan kata lain membutuhkan bantuan dari orang lain. Dari aktivitas kehidupan kita yang terbesar sampai aktivitaskehidupan kita yang terkecil sebenarnya sangat membutuhkan bantuan dari

orang lain. Seperti contoh makanan pokokkita beras yang kita dapatkan dari hasil kerja keras para petani. Dari salah satu contoh tersebutpun sudah terlihatketergantungan kita pada mahluk lain, bukan hanyadari manusia tetapi juga dari mahluk lain seperti : hewan dan tumbuhan. Memang pada hakekatnya kita sebagai mahluk sosial harus saling tolong-menolong dan menghindarkan sikap acuh tak acuh terhadap sesama. Kehidupan sosial yang baik dapat digambarkan dengan sikap saling tolong-menolong, peduli terhadap lingkungan sekitar, saling mempunyai tenggang rasa, melakukan musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan dan banyak lagi contoh-contoh kehidupan sosial lainnya. Hal-hal tersebut dapat kita lihatdalam lingkungan sekitar kita seperti contoh : saling tolong menolong dalam membersihkan lingkungan sekitar kita secara bersama-sama, contoh lain seperti menjenguktetangga atau teman yang sedang sakit. Walaupun kegiatan-kegiatan sosial yang kita lakukan terlihat begitu sepele tapi

semua itu dapat membawa dampak yang baikdiantara anggota masyarakat jika hubungan sosial dilakukan dengan cara yang benar dan dapat saling memahami. Interaksi sosial seperti ini dahulu sangat sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat kita seperti contoh : kegiatan saling mengantarkan makanan kepada tetangga saatmerayakan hari raya kebesaran, tetapi pada saatsekarang ini sangat jarang dijumpai di ibu kota seperti Jakarta kegiatan-kegiatan seperti itu. Kehidupan sosial dikota Jakarta semakin merosot disebabkan oleh karena semakin berkembangnya sikap individualistis didalam diri masing-masing anggota masyakarat juga rasa tidak peduli terhadap lingkungan sekitar hanya peduli terhadap kepentingan diri sendiri. Kemerosotan kehidupan sosial juga disebabkan oleh banyaknya anggota masyarakatyang merasa sibuk dengan pekerjaan mereka ata u pun kegiatan-kegiatan mereka yang lain.

Dengan terjadinya Kemerosotan kehidupan sosial di kota Jakarta dapatberdampak pada tidak seimbangnya kehidupan sosial yang ada pada masyarakat juga dapat berdampak terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat. Kesenjangan sosial tersebutakan membuat dampakyang tidak baikuntukkehidupan sosial dimasyakarakat tersebut. Oleh sebab itu seharusnya interaksi sosial dalam masyarakat dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu kita harus mengetahui syarat-syarat interaksi sosial supaya kehidupan sosial dalam masyarakatdapatberjalan dengan baik.

1. Syarat-syaratterjadinya interaksi sosial

Untukterjadinya interaksi sosial, harus ada dua syarat, yakni harus terjadi kontak sosial dan komunikasi.

Kontaksosial terjadi ketika dua orang berhubungan. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung (disebutkontak sosial primer) dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung (disebut kontaksosial sekunder). Contoh kontak sosial primer ialah bercakap-cakap sambil bertatap muka. Karena kemajuan teknologi informasi, kontak sosial primer juga dapat terjadi walaupun kedua pihaktidak bertatap muka secara langsung, tetapi melalui telepon atau internet. Salah satu contoh kontak sosial sekunder ialah saling mengirim surat. Komunikasi merupakan satu syarat pokokterjadinya kerja sama dalam prosessosial. Komunikasi terjadi jika kedua belah pihak memahami bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan dapat berupa kata-kata, isyarat, ataupun simbol. Kita tentu tahu bagaimana cara berkomunikasi para anggota Pramuka menggunakan bendera Semapur. Itu adalah salah satu contoh berkomunikasi menggunakan tanda-tanda tertentu. Komunikasi ialah suatu proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapatlangsung dipahami. Suatu komunikasi terjadi jika memenuhi persyaratan berikut. (1) Adanyapihakyang mengirim pesan (komunikator/sender) (2) Adanyapenerima pesan (komunikan/receiver) (3) Adanyapesan (message) yang ingin disampaikan (4) Adanyatanggapan (feedback) dari si penerima atasisi pesan

1. Status dan peran dalam masyarakat

Dalam bersosialisasi, kita harusmemerhatikan status dan peran setiap individu dalam masyarakat. Mengetahui status dan peranan seseorang akan memudahkan kita untuk bersosialisasi. Guru adalah status, sedangkan mengajar di depan kelas adalah peran. Dalam masyarakat, terdapatbanyakperan dan status. Peran dan status seseorang menentukan dalam kehidupan bersosial. Berikut kita akan membahasapa itu peran dan status.

Status Pak Ardabili adalah ayah dari Maman dan Mimin. Ia adalah suami dari Ibu Mirna. Beliau juga seorang Kepala Bagian Keuangan di kantornya. Di lingkungan RT, ia adalah Ketua RT. Sebagai warga masyarakat, PakArdabili menyandang banyak status: sebagai ayah, suami, kepala bagian keuangan, ketua RT. Lalu, apa statusitu? Statusberarti tempat/posisi seseorang di dalam suatu pola tertentu. Dalam kenyataannya, seseorang memiliki beberapa status. Hal tersebut dapat terjadi karena ia biasanya ikut serta dalam berbagai pola kehidupan. Walaupun memiliki banyakstatus, biasanya yang selalu menonjol hanya statusyang utama. Dilihat dari cara memperolehnya, setiap individu dapat menduduki status sosial seperti berikut : Ascribed status adalah Status seseorang yang diperoleh secara otomatisberdasarkan kelahiran/turun-temurun. Misalnya, Pangeran Charles adalah seorang putra mahkota karena terlahir sebagai anak pertama Ratu Inggris, Diponegoro adalah seorang pangeran karena dia terlahir sebagai putra Sultan Hamengku Buwono III. Achieved statusadalah Status yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Status doktor diperoleh setelah seseorang menyelesaikan rangkaian panjang pendidikan SD, SMP, SMA, S1, S2, dan S3. Juara kelas diraih setelah seseorang belajar dengan giat. Assigned status adalah Statusatau kedudukan yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa kepada masyarakat. Misalnya, Drs. Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Peran

Setiap anggota masyarakat pasti mempunyai peranan masing-masing dalam kehidupan sosial. Guru berperan mengajar siswanya. Ada yang berperan sebagai dokter dan guru, petani dan peranan-peranan lain. Dalam contoh tersebut dokter dan guru adalah status, sedangkan memeriksa pasien dan mengajar adalah peran. Jadi, peran adalah tingkah laku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan status(kedudukan) yang dimilikinya. Peranan merupakan aspek dinamis dari status. Apabila seseorang melaksanakan hakdan kewajibannya sesuai dengan statusnya, dia melaksanakan suatu peranan. Peranan dan status adalah dua aspek dari gejala yang sama. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena yang satu bergantung pada yang lainnya. Tak ada peranan tanpa status dan sebaliknya takada status tanpa peranan. Peranan diatur oleh norma-norma yang berlaku. Misalnya, norma menentukan bahwa seorang dokter haruslah mampu mendiagnosa dan mengobati orang sakit. Jika ada dokter yang tidak mampu mendiagnosa dan mengobati penyakit, perlu diragukan apakah dia dokter benar atau palsu.

Interaksi sosial yang terjadi dapat bersifatpositif dapat pula bersifat negatif. Interaksi sosial positif disebutpula sebagai interaksi sosial asosiatif. Interaksi sosial negatif disebut juga interaksi sosial disosiatif. Interaksi asosiatifmengarah pada persatuan karena interaksi yang terjadi antara individu atau kelompok yang terlibat di dalamnya mengarah pada persatuan. Interaksi disosiatifmengarah pada “perpecahan” karena interaksi yang terjadi antara individu atau kelompokyang terlibat di dalamnya mengarah pada perpecahan. Dengan demikian, terdapat dua bentuk interaksi sosial yang sifatnya berlawanan, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif.

Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena adanya kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

Kerja Sama

Satu tim sepak bola harus bekerja sama untukdapatmenciptakan gol ke gawang lawan. Sangat jarang terjadi seorang pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan temannya. Kekompakkan tim sepak bola merupakan salah satu contoh bentukkerja sama. Dari contoh ini dapatdilihatbahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain (ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang utama. Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama. Kerja sama dapatkita temukan pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Pada hakikatnya, kerja sama timbul apabila: (1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, (2) masing-masing pihak menyadari bahwa mereka hanya mungkin memenuhi kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui kerja sama.

Akomodasi

Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan. Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya kestabilan dan keharmonisan dalam kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untukmenyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihaklawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan bentuk penyelesaian tanpa mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulitdiatasi sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya, perkelahian antara dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya perkelahian. Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut. (1) Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibatperbedaan paham. (2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuksementara waktu atau secara temporer. (3) Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. (4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran.

Asimilasi

Asimilasi merupakan bentukprosessosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompokmanusia. Mereka tidaklagi merasa sebagai kelompok yang berbeda sebab mereka lebih mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama. Bila kedua kelompokmasyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompokmasyarakatitu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya, orang Jawa yang bertransmigrasi kePapua akan berasimilasi dengan penduduksetempat sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat. Prosesasimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut. (1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. (2) Orang perorangan sebagai warga kelompoktadi saling bergaul secara langsung dan intensifuntukwaktu lama. (3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing berubah dan saling menyesuaikan diri. Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau dapat juga dihambat. Faktor yang dapatmempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah sebagai berikut. (1) Toleransi (2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi (3) Sikap menghargai kehadiran orang asing dan kebudayaannya (4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat (5) Memiliki persamaan historis dalam unsur-unsur kebudayaan (6) Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda (7) Adanyamusuh bersama dari luar

1. Interaksi Sosial Disosiatif

Disosiatifmerupakan kebalikan dari asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih menekankan bentuk kerja sama, proses sosial disosiatiflebih ditekankan pada bentuk persaingan atau perlawanan. Terdapat tiga bentukinteraksi disasosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan pertentangan.

Persaingan

Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya, persaingan antara dua juara kelasdi satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untukmencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempatdi putaran final Liga Indonesia. Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa bentuk persaingan. (1) Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di mediamassa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan. (2) Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar lebih banyakdaripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop (3) Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada. (4) Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Afrika Selatan.

Pertentangan

Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidaksadar menentang pihaklain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflikbiasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah)yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai. Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok, mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas. Pertentangan dapat timbul karena: (1) perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu (2) perbedaan adat istiadat, kebudayaan (3) perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial (4) perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

Kontravensi

Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelasatau tersembunyi. Sikap tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut. (1) Umum: penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihaklain. (2) Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihaklain. (3) Intensif: penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihaklain. (4) Rahasia: mengumumkan rahasia pihaklain, perbuatan khianat. (5) Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihaklain, memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi. Jadi dapatkita simpulkan dalam kehidupan sosial dibutuhkan komunikasi dan kontak. Dalam kehidupan sosial kita pun harus mengetahui peran dan status seseorang dalam masyarakat. Setiap orang di sekitarmu memiliki peran tertentu. Fungsi sosialisasi ialah mempelajari peran. Setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada dalam masyarakat. Proses tersebut dinamakan pengambilan peran. Dalam proses ini, seseorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankannyaserta peran yang harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peran yang ada dalam masyarakat, seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, proses sosialisasi dapat berlangsung dengan baik. Dalam bersosialisasi, kita akan belajar menjaga sikap dalam menghadapi berbagai peran yang ada di sekitar kita. Sikap itu tercermin dalam cara berpikir dan berbuat ketika berinteraksi dengan orang lain, atau menanggapi sesuatu keadaan. Keadaan tersebut lama-kelamaan akan membentuk pribadi seseorang. Dalam bersosialisasi pula, seseorang akan berusaha mengikuti adat-istiadat masyarakat setempat agar orang tersebut dapat diterima di lingkungan itu. Hal itu akan berlangsung dari generasi ke genarasi sehingga adat-istiadattersebut akan tetap bertahan dan melahirkan masyarakat sosial sesuai dengan budayanya, misalnya masyarakata Jawa, Ambon, Batak..

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Jika Anda Menyukai Artikel Ini, Silahkan Komentari Dengan Sopan dan Santun :

Jika Anda Menyukai Artikel Ini Mohon Klik LIke Di Bawah Ini :

komentar: