contoh laporan budidaya kakao

Diposkan oleh Andri Ansyah on Senin, 09 Juli 2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Pemuda sebagai salah satu modal dasar pembangunan perlu dihimpun dan dibina agar mereka benar-benar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan di daerah. Untuk itu, diperlukan konsep yang tepat dalam pembinaan Lembaga Kepemudaan agar keberadaannya benar-benar dapat menumbuh kembangkan motivasi dan kreatifitas pemuda. Selama ini peran Lemaga Kepemudaan belum berparan aktif dan belum menampakkan hadil yang nyata dalam pembangunan, pada hal pemuda adalah generasi penerus yang berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena usianya yang produktif.
Apabila Lembaga Kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka akan menghasilkan Sesutu yang sangat berguna untuk kemajuan daerah. Namun apabila Lembaga Kepemudaan itu tidak di kelola dengan baik dan diarahkan, maka potensi besar dari pemuda tidak akan memberikan arti apa-apa. Dengan demikian, saya sebagai calon sarjana yang diharapkan dapat berperan dan meningkatkatkan kualitas sumberdaya manusia tisak hanya pada jalur formal melalui lembaga pendidikan sekolah saja, tapi juga pada jalur non formal, yang salah satu diantaranya adalahmelalui Lembaga Kepemudaan.
Kakao (Theobroma cacao,L) merupakan salah stu komoditas andalan perkebunan yang memberikan devisa cukup besar, sumber pendapatan, menciptakan lapangan kerja,mendorong perkembangan Agribisnis dan Agro Industri serta pengembangan pengelolaan sumber daya alam wilayah. Pada tahun 2005, devisa yang diperolh mencapai US $ 668 juta. Posisi tersebut menempatkan kakao sebagai penghasil devis perkebunan nomor 3 setelah komoditas minyak sawit dan karet, di sisi lain usaha kakao melibatkanlebih dari 965.000 tenaga kerja petani pedesaan yang sebagian besar berada dikawasan timur Indonesia.
Perkebunan kakao di indonesi sebagian besar dalah milik rakyat. Pada tahun 2005 luas perkebunan kako mencapai 999.546 hektar dengan total produksi 625.350 ton, dengan rincian seluas 887.733 hektar (89,84%) Perkebunan Rakyat, 49.976 hektar (5,04%) perkebunan esar Negara (PTP-N) dan 54.837 hektar (5,53%) merupakan perkebunan swasta (PBS).
Permasalahan yang dijumpai dalam perkebunan kakao antara lain adalah : produktivitas relative rendah karena belum menggunakan klon unggul sesuai anjuran, serangan hama penyakit, lemahnya kelembagaan petani kako sehingga posisi tawar lemah, belum dikuasainya teknologi tepat guna, rendahnyakesadaran akan mutu dan pengembangan produk kakao masih rendah. Untuk meningkatkan pendapatan petani kakao maka perlu peningkatan produktivitas melali penggunaann bibit unggul, penerapan budi daya sesuai standar yang ditetapkan pengolahan yang baik dan pengolahan yang baik dan pemasaran yang menguntungkan

1.2  TUJUAN

a.      Tujuan Umum
Pemuda di lingkungan kami banyak yang selesai sekolah tidak ada pekerjaan maka melalui Lembaga Kepemudaan saya berharap akan dapat membuat pemuda-pemuda itu ada keahlian dalam kehidupannya sehingga kehidupannya akan lebih maju dari sebelumnya dan ada pekerjaan.

b.      Tujuan Khusus

Melalui Lembaga Kepemudaan ini bertujuan agar meningkatkan mutu pemuda yang ada di lingkungan saya, sehingga kemampuan yang ada pada diri masing-masing pemuda itu akan tersalurkan melalui hal-hal yang dapat berguna dan meningkatkan penghasilannya masing-masing.
c.       Kegiatan Secara Umum

Setelah dilakukan Kegiatan Kepemudaan ini, memperoleh hasil yang sangat optimal yaitu kehidupan sehari-hari pemuda yang telah dibina itu menjadi lebih meningkat dan mempunyai kegiatan sehari-hari yang membuat Pembbibitan Coklat Unggul sehingga hasil yang di peroleh cukup lumaya besar dan meeka bukanlah seorng pengangguran lagi.















































BAB II
PELAKSANAAN

2.1 Tempat Dan Waktu Pelaksanaan

     Tempat yang digunakan untuk pertemuan dalam Lembaga Kepemudaan ini adalah Balai Desa Mada Jaya.
Dan waktu pelaksanaannya, dari tanggal 12 Oktober 2010 sampai 9 November 2010

2.2 Materi Pelatihan / Kegiatan

             Materi yang diajarkan dalam kegiatan ini adalah cara-cara bagai mana memperoleh Bibit Unggul.
Dalam setiap pertemuan kami usahakan menggunakan waku semaksimal mungkin sehingga waktu tidak terbuang dengan percuma.

2.3 Strategi Dan Deskripsi Jalannya

Pertemuan I       : Tanggal 12 Oktober 2010 adalah hari pertama ini saya gunakan untuk    perkenalan.
Pertemuan II      : Tanggal 19 Oktober 2010 adalah menjelaskan bagaimana cara memperoleh coklat yang unggul
Pertemuan III    : Tanggal 26 Oktober 2010 adalah memperlihatkan contoh cokla yang unggul kemudian prakek tentang cara menanam bibit coklat sehingga menghasilkan bibit cklat yang unggul.
Pertemuan IV    : Tanggal 9 November 2010 adalah kami menyiapkan alat-alat dan bibit coklat yang unggul kemudian pada hari itu juga kami mulai menanamkan bibit coklat kedalam bibit aqua satu-persatu, sehingga tidak satupun yyang dilewatka. Dan mencatat pengmatan yang telah di tentukan berakhir.






















BAB III
TEMUAN DAN HASIL

3.1 Temuan /Hasil Evaluasi Proses
   Dalam setiap pertemuan kami absensi kehadiran dan bagi yang tidak hadir dalam hari yang telah kami tentukan itu mak akan menguangi nilai plus dalam kegiatan ini.
Absensi kehadiran ini sangat penting dan berpengaruh dalam pengmbilan nilai dan bagi warga belajar yang aktif dalam Kegiatan Kepemudaan ini akan memperoleh hasil yang maksimal, baik dalam penilaian berguna dalam kegiatannya untuk memperoleh hasil yang memuaskan.

3.2 Temuan / Hasil Evaluasi Produk

     Setelah penanaman ibit itu pada tanggal 9 November 2010, kami catat setiap hari pengamatan bibit coklat itu mulai dari perkecambahannya sampai mempunyai batang dn daun hingga memiliki ketinggian 20 cm.

3.3 Pembahasan

II. Budidaya Kakao
            Untuk sapat memperoleh hasil yang baik, penanaman kakao memerlukan syarat tumbuh, penyiapan lahan, bibit, cara penanaman dan pemeliharaan seagai berikut :

I.                   Syarat Tumbuh
a.      Iklim
Temperature udara 18-32۫۫ C, ketinggian tempat 0-0006m dpl, Curah hujan 1.250mm-300mm/tahun dengan bulan kering maksimal 3 bulan.

b.      Tanah
pH tanah optimum 6-7 dengan kisaran toleransi 4.0-8.5, kadar bahan organic minimal 3,5% pada lapisan permukaan tanah,kedalaman efektif 150cm, struktur tanah remah dengan tata udara dan ai baik,serta kemiringan tanah  45%.

c.       Pesiapan Lahan dan Naungan
Persiapan lahan dan naungan sebaiknya dilakukan I (satu) tahun sebelum tanaman kakao di tanam. Area dibersihkan dan di Tanami kacang-kacangan sebagai penutup tanah. Biasanya penaung sementara digunakan moghania marcrophyla, dan tanaman penaung tetap digunakan Gamal (Gliricidia sp). Dapat pula digunakantanaman produktif seperti pisang sebagai tanaman penaung sementaa kelapa sebagai tanaman penaung tetap.

III.Pembibitan
·         Pembibitan pohon pelindung tetap
Untuk pembibitan pohon pelindung diperlukan tersedianya air, bebas dari serangan hama dan penyakit, pengangkuttan ke areal penanaman mudah, datar dan cukup tersedia lapidan tanah atas, aman dari kerusakan yang disebabkan angin, sinar matahari langsung dan hewan ternak.
·         Pembibitan kakao
Bibit kakao dapat bersal dari biji maupun bahan tanaman antra lain akar dan batang. Dianjurkan menggunakan benih Hibrida yang produktivitasnya tinggi seperti kakao lindak, dengan cara pemibitan sebagai berikut :
o   Biji Kakao untuk benih ambil dari buah bagian tengah yang masak.
o   Benih dibersihkan erlebih dahulu dging buahnya dengn abu gosok sehingg pulp lepas, atau di rendam selama 20 menit di dalam air kapur (25 gram per lite air), kemudian di gosok dengn tangan, maka pulpakan musah dilepas.
o   Biji ditanam di bedengan pendederan dengan arah bedeng utara selatan, beri naungan dengan pelepah kelapa sawit/kelapa/ilalang setinggi 1,5 m disebelah timur dan 2 disebelah barat.
o   Biji ditanam tegak, jarak 3 cm x 5 cm, bakal radikal berada pada bagian bawah, 1/3 bagian biji berada diatas pasir.
o   Bedeng ditutup dengn Goni, lakukan penyiraman diatas goni, semprot dengan fungsida.
o   Setelah berkecambah, Goni dibuka dan disemprot dengan insektisida untuk mencegah serangan hama penggerak.
o   Setelah umu 21 hari, bibit dipindahkan ke polybag ukuran 20 x 30cm, tebal 0,8cm
o   Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1:1) masukan dalam polybag.
o   Sebelum kecambah dimasukkan, tambahkan 1 gram pupuk TSP/SP 36 kedalam tiap-tiap polybag.
o   Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih dari 50%.
o   Jarak antar polybag 20 x 20 cm, lebar barisan 100 cm.
o   Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman bibit (pagi dan sore) pemupukan dan penyemprotan dengan insektisida dan fungsida. Insektisida Ekalux/Orthene 0,2-0,3% di semprotkan seminggu sekali dan Dithane M 45 0,2-0,3 % disemprotkan bila ada serangan jamur.
o   Pada saat bibit umur 2-2,5 bulan naungan dikurangi 50% dan berangsur-angsur dikurangi setelah bibit berumur 3-3,5 bulan.
o   Penyiangan gulma dilakukan sesuai dengn keadaan areal pembibitan
o   Pemupukan dengan NPK (2:1:2) pada umur 1 bulan 1gr/bibit, 2 bulan 2 gr/bibit, 3 bulan 3 gr/bibit, 4 bulan 4 gr/bibit, dilakukan dengan cara tugal.
o   Siramkan POCNASA dengan dosis 0,5-1 tutup/pohon, diencekan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosisi 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali.
o   Amati hama antara lain : rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan  PESTONA engan dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosisi 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytophthora dan Costisium sebarkan natural GLIO yang sudah di campur dengan pupuk kandang selama ± I minggu pada masing-masing pohon.

Untuk perbanyakan vegetative (akar, batang) dipilih tanaman yang memiliki sifat genetis sama dengan induknya, sehingga diperoleh produksi yang tinggi dan sifat-sifat baik lainnya.

            Cara Melakukan Pembibitan :
·         Siapkan sungkup plastic transparan, rangka terbuat dari kayu  yang panjangnya 6 m, lebar 1,5 m dan tinggi 75 cm.
·         Sungkup ditempatkan dibawah naungan beratap daun kelapa sawit atau ilalang sehingga ternaungi 85 %.
·         Ukuran polybag 15 x 25 cm, dengan media tanah lapisan oleh (top sail) diberi cetral care pasir.
·         Stek berasal dari cabang pucuk denga dua helai daun yang potong separuh, diambil dari cabang yang titik tumbuhnya sedang dalam keasaan istirahat,dan pohon induk sudah berumur 4 tahun atau lebih.
·         Celupkan stek batang kedalam larutan hormon selama 5 detik (bisa menggunakan rootone F yang di campur dengan air dengan perbandingan 1:1.
·         Stek ditnam tegak lurus pada pasir ditengah polybag.
·         Lakukan penyiraman 3 hari berturut-turut (setiap hari 0,5 liter air untuk setiap 50 stek).
·         Buka naungan secara berangsur-angsur, sesuai perkembangan stek.
·         Lakukan penyiraman, dan penyemprotan dengan insektisida dan fungsida seperti pada bibit yang berasal dari biji.

Cara Melakukan Pembibitan Dengan Okulasi
·         Okulasi dapat dilakukan dilapangan atau di polybag dengan ukuran 45 x 30 cm.
·         Batang bawah dipilih batang yang jagur (bagus) pertumbuhannya dan kuat perakarannya.
·         Untuk okulasi di lapangan, dilakukan setelah kakao berumur 1 tahun, sedangkan okulasi di polybag bibit sebaiknya sudah berumur 4-6 bulan dan sedang dalam keadaan flash.
·         Entres sebagai sumber mata okulasi dipilih dari cabang  orthotrop. Cabang orthotrop sebaiknya berasal dari chupon yang telah dipilih sebagai sumber entres.
·         Untuk mempercepat tumuhnya mata okulasi perlu dilakukan pematahan batang pada ketinggian 20 cm dari jendela okulasi. Arah pematahan berlawanan  dengan letak mata okulasi.
·         Pembuangan batang atas dilakukan pada ketinggian 5-7 cm dari mata okulasi, 3-4 setelah tunas tumbuh. Enam bulan kemudian  bibit sudah dapat ditanam di lapangan.

IV. Penanaman
            Pemeliharaan tanaman kakao meliputi pemupukan, pengendalian gulma, dan pengendalian hama dan penyakit.

A.    Pemupukan
1.)    Jenis Pupuk dan Dosis Pupuk
Jenis pupuk yang lazim digunakan adalah Urea (46%N), SP 36 (36%P), KCL (60% k2O), Kieserite (27% MgO). Dosis pupuk tentative  yang digunakan pada tanaman kakao yang kondisi penaungannya baik, curah hujan cukup, sifat fisika dan kimia tanah baik adalah sebagai berikut :
o   Bila tanah kung subur, lingkungan kurang baik, dosis pupuk dapat ditingkatkan menjadi 1,5-2 kali lipat, apabila kekurangan belerang (unsur S), Urea diganti denga ZA dengan dosis 1,5- 2 kali dosis Urea. Untuk tanah masam dan kadar Ca rendah, pupuk kieserite dapat diganti dengan Dolimit (dosis 1.5 x dosis kieserite)
o   Untuk memperbaiki sifat fisik tanah, diperlikan pupuk organic berupa pupuk kandang, pupuk hijau/kompos, belotong, dengan dosis 0.5-1 kg. bibit dan 10-25 kg/pohon dilapangan pertahun.

2.)    Waktu dan Frekuensi Pemupukan

a.)    Pemupukan pada bibit
Pupuk buatan diberikan satu bulan setelah pemindahan kecambah ke polybag dengan dosis 1/5 dari table diatas. Pemupukan diulang setiap 2 minggu dengan dosis yang sama. Pupuk organik  diberikan sekali sebelum kecambah dipindah ke polybag.
b.)    Pemupukan tanaman di Lapangan pupuk diberikan 2 kali setahun yaitu awal musim hujan dengan dosisi ½ dari dosis tabel diatas. Pupuk organic diberikan tiap tahun yaitu pada awal musim kemarau.

3.)    Cara Pemupukan
a.)    Di pemibitan pupuk dipendam di sekeliling pohon dekat polybag sedalam1-2 cm. pupuk kandang (organik) diberikan dengan cara mencampur dengan tanah atau pasir sebelum dimasukkan ke polybag dan sebelum pemindahan kecambah.
b.)    Di pertanaman pupuk di pendam di sekeliling pohon dengan jarak 30-75 cm batang dengn kedalaman 5-10 cm. pupuk kandang (organik) diberikan dengan cara yang sama, dengan kedalaman 20-30 cm. setiap kali pemupukan, hendaknya di timbun kembli dengan tanah.

B.     Pemangkasan
1.)    Pemangkasan Pohon Pelindung Sementara
·         Pohon pelindung sementara harus kurang dari 2.5 m agar tanaman kakao mendapatkan sinar matahari yang cukup.
·         Rotasi pemangkasan 1 tahun sekali pada awal musim hujan di pangkas sampai ketinggian 50 cm.
·         Seelah tajuk tanaman kakao saling menutup san pelindung tetap sudah berfungsi baik, pelindung sementara dapat dibongkar.
2.)    Pemangkasan Pohon Pelindung Tetap
·         Pemangkasan dilakukan sau tahun sekali pada cabang-cabang yang tumbuh ke samping dan yang rendah.
·         Cabang terendah pohon pelindung paing tidak berjarak 1 m dari tajuk tanaman kakao.
3.)    Pemangkasan Tanaman Kakao
Pemangkasan tanaman kakao bertujuan untuk :
·         Mendapatkan pertumbuhan tajuk yang seimbang, kukuh dan produksi yang tinggi.
·         Mengurngi kelembaban sehingga aman dari serangan hama dan penyakit.
·         Memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan misalnya penyemprotan insektisida dan pemupukan.

Pada pemangkasan bentuk, dan produksi sebagai berikut :

Tabel jenis dan Dosis yang digunakan untuk tanaman kakao
Umur (th)
Satuan
Urea
SP 36
KCI
Kieserite
Bibit
Gr/Bibit
5.00
5.00
4.00
4.00
0-1
Gr/Pohon/tahun
25.00
25.00
20.00
20.00
1-2
Gr/Pohon/tahun
45.00
45.00
35.00
40.00
2-3
Gr/Pohon/tahun
90.00
90.00
70.00
60.00
3-4
Gr/Pohon/tahun
180.00
180.00
135.00
75.00
<4
Gr/Pohon/tahun
220.00
180.00
170.00
115.00
Sumber : Petunjuk Teknis Budidaya kakao, 1995

·         Dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12 bulan
·         Buang cabang yang lemah, pelihara 3-4 cabang yang kuat pertumbuhannya dengan penyearn merata dan mengarah keatas.
·         Buang tunas-tunas air
·         Tanaman yang cabang-cabang primernya terbuka, sehingga jorket langsung terkena matahari, sebaiknya di ikat melingkar agar pertumbuhannya membentuk sudut lebih kecil terhadap batang utama atau tajuk menjadi lebih ramping.
·         Lakukan pemangkasan teerhadap cabang primer yang tumbuhnya lebih dari 150 cm, untuk merangsang pertumbuhan cabang-cabang sekunder.
·         Untuk bibit vegetative, pemangkasan PBM dilakukan agar cabang yang tumbuh tidak rendah.

Jika Anda Menyukai Artikel Ini Mohon Klik LIke Di Bawah Ini :

komentar: