drama korea coffee prince dan spring waltz

Diposkan oleh Andri Ansyah on Sabtu, 01 Oktober 2011

10. Coffee prince

Keseharian Go Eun Chan (Yoon Eun Hye) begitu sulit; dia bekerja, tidak hanya satu pekerjaan, tetapi beberapa pekerjaan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan mengorbankan sisi feminin dari dirinya. Choi Han Kyul (Gong Yoo) adalah pewaris sebuah perusahaan makanan, dimana neneknya menginginkan agar dirinya segera mapan. Karena itu neneknya merencanakan perjodohan untuk dirinya. Eun Chan yang bertemu dengan Han Kyul disangka seorang lelaki olehnya. Han Kyul memutuskan untuk menyewa Eun Chan agar menjadi pasangan gay-nya untuk menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh neneknya. Terdesak untuk mendapatkan uang, Eun Chan tidak mempunyai pilihan selain menerima tawaran tersebut. Setelah berbagai perjodohan menemui kegagalan, nenek Han Kyul menyuruh Han Kyul mengelola sebuah kedai kopi yang dalam keadaan hampir bangkrut. Eun Chan memohon agar dapat bekerja di kedai kopi tersebut, dan tidak lama setelahnya percikan asmara mulai muncul di antara mereka berdua.


11. Spring waltz

Dalam perjalanan menuju Austria, Park Eun-young  berkenalan dengan Song Yi-na, yang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan teman masa kecilnya, Yoon Jae-ha. Namun sayangnya, Jae-ha (alias Chris Y) yang sudah dewasa dan menjadi pianis terkenal tidak begitu senang bertemu kembali dengan Yi-na meski sudah 15 tahun berpisah.
Lain halnya dengan Eun-young, perjalanan ke luar negeri untuk yang pertama kalinya ini sangat membuat dia senang dan tanpa sengaja bertemu dengan Phillip (manager dan sahabat baik Jae-ha). Phillip yang bertugas untuk menjemput Yi-na di bandara telah salah mengenali orang,
Semula, Phillip mengira Eun-young adalah Yi-na karena warna syal yang dipakai mereka sama. Keempat orang ini bertemu, masing-masing dalam keadaan dan kejadian yang berbeda, maka dimulailah perjalanan cinta, nasib dan takdir mereka.
Phillip mengundang Eun-young untuk menghadiri konser piano. Di kereta dalam perjalanannya ke sana, tanpa sengaja ia bertemu dengan Jae-ha yang juga sedang menuju ke tempat konser dimana ia akan mengadakan pertunjukan.
Sikap dingin dan tak peduli Jae-ha ternyata menimbulkan benih-benih cinta dalam diri Eun-young, demikian pula dengan Jae-ha, yang sikapnya telah mengingatkan kepada teman masa kecilnya yang telah lama hilang.
Selesai konser, Jae-ha bertemu lagi dengan Eun-young dan baru tahu bahwa Phillip sahabatnya telah jatuh hati pada gadis itu sejak pertama kali bertemu di bandara. Keberadaan Yi-na disisinya dan ditambah rasa kecewa karena Phillip telah menyukai Eun-young ternyata tetap tidak bisa membuat Jae-ha untuk tidak memikirkan gadis itu.
Eun-young yang juga mengetahui kalau Jae-ha adalah pianis terkenal dan cinta pertama Yi-na ternyata tak bisa pula menepis bayangan pemuda itu walaupun Phillip sudah berusaha keras untuk merebut hatinya.
Perjalanan panjang dua hati untuk menyatu, dua sahabat masa kecil, dua dunia yang berbeda, amat sangat menarik untuk diikuti. Pertengkaran antar Jae-ha dan Phillip demi memiliki Eun-young telah membuat perasaan Yi-na porak-poranda karena merasa tersaingi dengan keberadaan Eun-young.
Mereka yang akhirnya bekerja dalam satu perusahaan yang sama pun tak bisa menghindari masalah-masalah. Setelah kembali ke Korea, kendala juga mereka hadapi dari pihak orang tua Jae-ha yang tidak setuju anaknya memilih wanita dari kalangan biasa.
Sekuat tenaga Jae-ha dan Eun-young memperjuangkan rasa yang mereka miliki sampai akhirnya Phillip dan Inna mengerti bahwa keduanya sudah tak bisa dipisahkan lagi. Apalagi, belakangan pemuda itu tahu bahwa Eun-young adalah sahabat masa kecil yang selama ini dicarinya, pria itu semakin erat menggenggam tangan Eun-young dan menolak untuk melepaskan lagi.
Di akhir cerita, perpisahan sempat terjadi antara pasangan ini, namun ikatan batin yang kuat telah membuat Eun-young kembali ke Austria dan mencari Jae-ha. Di tengah hujan salju, di atas jembatan, mereka bertemu lagi dan bersama untuk selamanya.
Spring Waltz diwarnai dengan penyajian keindahan negara Austria yang dipenuhi dengan salju, dan mata pemirsa juga akan dimanjakan dengan kostum para pemain yang didominasi oleh warna-warna cerah musim semi, sesuai dengan judulnya.

Jika Anda Menyukai Artikel Ini Mohon Klik LIke Di Bawah Ini :

komentar: